Skip to main content

Cara Jitu Mengurangi Asupan Garam Dalam Pola Makan

Mengurangi asupan garam dalam pola makan harian adalah sesuatu yang seharusnya segera dipertimbangkan, mengingat banyaknya efek negatif yang disebabkan oleh penyedap masakan ini. Garam adalah perasa umum yang hampir selalu ditambahkan ke dalam berbagai macam menu makanan dan banyak orang menambahkan garam ke mangkuk makanan mereka juga. Garam memang dapat membuat rasa makanan menjadi lebih enak, meskipun jika digunakan secara berlebih sebenarnya tidak sehat. Asupan garam makanan (natrium klorida) yang berlebih dapat meningkatkan peluang Anda untuk terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke. Hampir tidak mungkin untuk menghindari garam dari apa yang kita makan namun mengurangi asupangaram sangat mungkin dilakukan.

Para pakar kesehatan menyarankan bahwa orang dewasa harus membatasi konsumsi garam mereka hingga 2.400mg atau kurang per hari. Terlebih lagi jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi atau salah satu kondisi medis lain yang dikaitkan dengan garam, maka mengurangi asupangaram adalah penting bagi Anda. Usahakan jangan melebihi 1,400 mg per hari.

Rata-rata orang mengonsumsi lebih banyak garam daripada yang direkomendasikan, pola makan saat ini memang membawa kita untuk lebih banyak mengkonsumsi garam. Makanan instan yang lebih banyak kita konsumsi membawa kita kepada kondisi ini. Mengurangi mengkonsumsi makanan instan berarti juga mengurangi asupangaram harian juga. Dahulu sebelum banyak produk makanan instan orang lebih banyak makanan alami sebagai menu camilan mereka yang membuat mereka tidak banyak terkena berbagai macam penyakit. Meskipun mengurangi asupan garam tidak berarti Anda tidak akan menderita tekanan darah tinggi, stoke, penyakit ginjal, atau penyakit jantung, tetapi cara ini dapat mengurangi peluang untuk terkena penyakit tersebut secara signifikan.

Mengurangi asupan garam


Seperti telah disampaikan diatas, garam yang kita konsumsi jika jumlahnya melebihi batas kebutuhan tubuh dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terkena berbagai macam msalah kesehatan terkait dengan garam. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengurangi asupan garam ke dalam tubuh. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi asupan garam

Buang tempat garam dari meja makan Anda


Banyak orang menambahkan garam karena kebiasaan; hal pertama yang sering dilakukan ketika makan adalah menambahkan garam karena suatu alasan. Untuk menghindari kebiasaan ini, cukup jauhkan garam dari jangkauan Anda baik yang ada di meja makan atau dimanapun juga. Gunakan penambah rasa non-sodium sebagai gantinya seperti merica atau campuran bumbu kering.

Kurangi makanan yang disiapkan sebelumnya


Untuk mengurangii asupan garam ke dalam tubuh, kurangi mengkonsumsi makanan yang telah disiapkan sebelumnya seperti misalnya makanan di warung, restauran dan tempat-tempat makan lainnya. Penjual makanan lebih sering menambahkan banyak garam ke dalam makanan yang dijualnya. Ini bukan hal yang salah karena mereka ingin memberikan yang terbaik untuk konsumennya dengan taste masakan yang enak, dan tentu tidak terfikirkan tentang pentingnya mengurangi asupan garam pada konsumennya. Masak lebih banyak makanan Anda sendiri dan makan lebih sedikit makanan siap saji untuk mengurangi asupan garam.

Makan lebih sedikit camilan gurih


Makanan kecil (snack) banyak dibuat dengan penambahan garam untuk membuatnya memiliki rasa yang gurih, garam adalah salah satu solusi untuk hal itu. Perhatikan kemasan makanan ringan yang Anda beli tentang kandungan sodium di dalamnya. Mengurangi mengkonsumsi makanan ringan seperti itu berarti mengurangi asupan garam. Keripik kentang, popcorn, pretzel, kacang panggang kering, acar, dan makanan ringan lainnya ngandung banyak garam. Inilah sebabnya mengapa banyak bar sering menyediakannya secara gratis. Kandungan garam yang tinggi membuat Anda haus dan membuat Anda tergoda untuk membeli minuman yang disediakan olehnya dengan harga yang tinggi untuk menutupi harga makanan gratis yang Anda makan!

Hindari daging dan daging olahan lainnya


Garam banyak digunakan untuk mengawetkan makanan dan parahnya kadang penggunaan garam untuk mengawetkan makanan terlalu berlebihan. Daging yang diawetkan dalam kaleng banyak menggunakan garam sebagai bahan pengawet. Untuk mengurangi asupan garam ke dalam tubuh jangan terlalu banyak mengkonsumsi daging kalengan, sebagai gantinya Anda dapat membeli daging fresh atau daging yang diawetkan dalam lemari pendingin.

Carilah saus rendah garam dan bumbu


Kecap asin, saus tomat, mustard, saus barbeque kebanyakan memiliki kandungan garam yang tinggi. Namun demikian, terdapat banyak alternatif dari produk-produk tersebut yang memiliki kandungan garam rendah. Singkirkan produk-produk dengan kandungan garam tinggi dari meja makan Anda, agar Anda tidak tergoda untuk menambahkannya ke dalam makanan dengan demikian akan mengurangi asupan garam ke dalam tubuh.

Beralih ke mentega tawar


Meskipun mentega bukan sumber garam yang besar, beralih dari mentega asin ke mentega tawar adalah cara mudah untuk mengurangi asupan garam ke dalam tubuh Anda tanpa membuat perubahan besar pada makanan yang Anda sukai.

Lupakan makanan cepat saji


Makanan cepat saji biasanya banyak menggunakan banyak garam sebagai penyedap rasa. Bumbu yang digunakan bisanya mengandung banyak garam.Hamburger biasa mengandung garam sebanyak 2.500mg - dan itu tanpa kentang goreng dan saus tomat yang sangat asin! Lewati burger dan cobalah untuk memanggang sendiri untuk mengurangi asupan garam Anda.

Gunakan lebih sedikit garam saat memasak


Luangkan waktu untuk mengukur jumlah garam yang Anda tambahkan ke dalam masakan yang Anda buat. Gunakan sendok pengukur untuk melihat seberapa banyak garam yang biasa Anda gunakan untuk masakan yang Anda buat kemudian potong setengahnya.

Hindari vitamin effervescent dan obat penghilang rasa sakit yang dapat larut


Vitamin Effervescent dan obat penghilang rasa nyeri yang dapat dilarutkan dapat mengandung garam hingga sebanyak 1000mg per dosis, jadi jika Anda meminum beberapa dosis per hari, itu berarti banyak sekali garam yang Anda konsumsi, mengurangi atau menggantinya dengan resep obat lain akan mengurangi asupan garam kd dalam tubuh Anda. Gunakan vitamin dan penghilang rasa sakit Anda dalam bentuk tablet untuk mengurangi garam tanpa mengubah diet Anda.

Gunakan LoSalt


LoSalt adalah alternatif garam natrium yang yang mengandung 66% lebih sedikit natrium daripada garam meja biasa. Kebanyakan orang yang mencobanya mengatakan rasanya seperti garam dan itu dapat digunakan untuk memasak dan juga menaburkan pada makanan Anda. Pembuat asin ini mengandung kalium klorida.

Mengurangi asupan garam Anda bisa sangat baik untuk kesehatan Anda tetapi juga bisa sulit dilakukan. Banyak dari kita sangat menyukai rasanya dan bahkan memiliki ketergantungan untuk selalu menggunakannya! Kurangi asupan garan Anda secara bertahap selama beberapa minggu. Setelah itu Anda akan terbiasa makan tanpa garam berlebih yang tentu saja akan sangat membantu Anda dalam mengurangi asupan garam.

Comments

Popular posts from this blog

Olahraga Kardio Raket Mampu Mencegah Kematian Dini Hingga 47%

Ketika Anda memikirkan tentang olahraga kardio yang efektif, kegiatan yang paling mungkin muncul di benak Anda adalah olahraga kardio seperti aerobik, lari, berenang, dan bersepeda. Tetapi olahraga raket seperti tenis dapat memberikan manfaat lebih besar, menurut penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine. Dan, sebagai bonus, olahraga raket juga bisa lebih menyenangkan, yang akan membuatnya lebih mudah untuk memenuhi tujuan kebugaran Anda. Setelah meninjau data dari 80.000 orang, para peneliti menemukan bahwa peserta dalam olahraga raket mengurangi risiko kematian dini hingga sebesar 47%. Olahraga raket mengalahkan renang dan aerobik, olahraga kardio paling melindungi pada urutan kedua dan ketiga adalah renang dan aerobik dengan perbedaan dua digit. Sedangkan olahraga kardio bersepeda berada di urutan keempat. Angka-angka itu bahkan lebih tinggi untuk mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung juga stroke . Renang dan aerobik juga memiliki manfaat yan...

Merubah Dhomir Dalam Sholat Jenazah

Doa Dalam Shalat Jenazah. Rasulullah Saw mengajarkan doa dalam shalat jenazah, اللَّهُمَّ اغْعِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُ لَهُ وَوَ ساْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِ هِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأبَْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرً ا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ “Ya Allah, ampunilah ia, rahmatilah ia, berikanlah kebaikan kepadanya, maafkanlah ia, muliakanlah tempat turunnya, lapangkanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, salju dan yang menyejukkan. Sucikanlah ia dari dosa-dosa sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Gantilah negeri yang lebih baik dari negerinya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya, masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari azab kubur”, atau “dari azab neraka”. (HR. Muslim). Ada sebagian orang yang berpenda...

Ternyata Apa Dan Cara Makan Mempengaruhi Gula Darah

Jenis makanan yang Anda makan, dan bahkan urutan Anda memakannya dapat memengaruhi peluang Anda untuk terkena diabetes tipe 2, hal tersebut terungkap dalam tiga studi yang baru-baru ini dilakukan. Studi - yang dipresentasikan dalam American Society for Nutrition - menemukan: Beralih ke sebagian besar pola makan nabati (tetapi yang masih bisa memasukkan daging dan susu) dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga sebanyak 60%. Mengkonsumsi vitamin B2 dan B6 yang lebih besar dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari diabetes tipe 2, sementara itu mengkonsumsi lebih banyak vitamin B12 dalam pola makan tampaknya terkait dengan risiko yang lebih tinggi terhadap diabetes tipe 2. Urutan makanan yang Anda konsumsi tampaknya juga penting. Orang-orang yang makan sayur sebelum makan daging atau nasi memiliki kadar gula darah yang lebih rendah, bersamaan dengan perubahan positif pada hormon lapar mereka. Rekha Kumar, seorang ahli endokrin di NewYork-Presbyterian dan Weill Cornell Medical C...